Himpunan CASA Valas Bank Mandiri Capai Rp 166,3 Triliun Hingga Agustus 2022

 Himpunan CASA Valas Bank Mandiri Capai Rp 166,3 Triliun Hingga Agustus 2022 Himpunan CASA Valas Bank Mandiri Capai Rp 166,3 Triliun Hingga Agustus 2022

BERITA - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan secara sunguh-sungguh terus menjaga likuiditas valuta jauh (valas) kepada memenuhi kebutuhan transaksi dalam mata uang jauh.

Sekretaris Perkeaktifanan Bank Mandiri Rudi As Aturridha menyatakan telah optimalisasikan pengelolaan likuiditas dengan melakukan kontrol melampaui monitoring portfolio.

“Baik dekat sisi kredit maupun mal serta optimalisasi terhadap kredit valas yang dilakukan lewat selektif, terukur, dan lewat pricing yang setara. Hal ini bertujuan agar pengelolaan asset & liability dapat mencapai tujuan dalam mengontrol risiko likuiditas yang dihadapi, seiring lewat tren peningkatan suku bunga pasar dan kebutuhan ekspansi bisnis,” ujarnya kepada Kontan.co.id ala Kamis (25/10). 

Ia menyatakan DPK valas Bank Mandiri masih berada demi level optimal demi pertumbuhan segendut 27,1% secara per Agustus 2022. Antara lain ditopang demi pertumbuhan giro maka tabungan valas (CASA) yang tumbuh 26,5% secara year on year (YoY memerankan Rp 166,3 triliun demi akhir Agustus 2022.

Memang, kenaikan bunga The Fed telah menciptakan likuiditas valuta asing perbankan mengetat. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit valas perbankan mencapai Rp 932,61 triliun engat Agustus 2022. Nilai ini meningkat 16,71% YoY dari letak yang kembar tahun lalu seagung Rp 799,05 triliun. 

Sedangkan himpunan kekayaan pihak ketiga (DPK) valas hanya tumbuh 11,84% YoYdari kondisi Rp 990,67 triliun dekat Agustus 2021 menjabat Rp 1.107,94 triliun dekat delapan bulan teristimewa 2022. Bahkan, kondisi ini semakin mengetat dekat September 2022. 

Deputi Gubernur Senior BI Destry Dakhayalinti mengatakan angsuran valas dekat September tumbuh 18,1%, sementara DPK hanya naik 8,4%. Ia menyatakan, bila hanya melihat sumber valas ketimbang DPK saja makan likuiditas valas terkesan terbatas. 

  BMRI Chart by TradingView new TradingView.widget({"width": "100%","height": 350,"symbol": "IDX:BMRI","interval": "D","timezone": "Asia/Jakarta","theme": "light","style": "1","locale": "en","toolbar_bg": "#f1f3f6","enable_publishing": false,"allow_symbol_change": true,"save_image": false,"container_id": "tradingview_fabmri890"});

“Tapi kalau kita lihat sumber pendanaan dari bank terkait valas itu  variasi. Ada berupa pinjaman maupun penerbitan surat berharga. Bahkan surat berharga negara (SBN) yang dimiliki kepada perbankan bisa dilakukan repo kepada dapatkan valas,” ujarnya.  

Semaksimal ini, ia mengaku bank sentral terus mengamati perkembangan likuiditas valas. BI akan melakukan intervensi pasar bila ternyata supply valas antara pasaran semakin terbatas. 

“Kalau memang cocok kalau supply-nya terbatas di pasar itu, kita berbisnis sama beratitaskan di pasar, karena kita punya fundamental atas rupiah itu sendiri,” tambahnya.

Cek Berita maka Artikel yang lain antara Google News