10 Kandungan Kosmetik yang Harus Dihindari Bumil; Demi Ketidak sombongan Janin Juga!

dear-calon-mama-ini-lho-12-kandungan-kosmetik-yang-perlu-dihindari-saat-hamil-nggak-mau-kan-kamu-dan-janin-kenapa-napa dear-calon-mama-ini-lho-12-kandungan-kosmetik-yang-perlu-dihindari-saat-hamil-nggak-mau-kan-kamu-dan-janin-kenapa-napa

Bagi para ibu hamil yang sedang menanti kelahiran sang buah hati, pasti terselip rasa deg-degan di tengah rasa bahagia yang sedang dialami. Salah satu yang menjadi perhatian para calon ibu masa kini adalah penggunaan kosmetik dan perawatan kulit semasa hamil, apakah Bersih atau nggak demi kesembuhan janin. Pasalnya, meski nggak dikonsumsi secara oral ke dalam tubuh, tetapi zat-zat kimia yang terkandung dalam produk yang kamu gunakan sehari-hari seperti produk perawatan kulit pasti akan tetap berdampak pada kehamilan dan perkembangan buah hatimu.

Supaya kamu nggak luput pilih produk kecantikan, kali ini Hipwee sudah merangkum 12 kandungan bahan kimia yang wajib kamu wascukupi selama menjalani kehamilan. Sebagai ibu yang tidak bohong, peduli penampilan itu boleh. Namun pantas tetap bertanggungperlawanan, penting untuk mengeacuhi asupan apa saja yang masuk ke dalam tubuh, bahkan ‘sesepele’ kosmetik harian yang kamu pakai. Biar nggak sampai menyesal di kemudian hari, yuk cek ulasan Hipwee Parenting kali ini!

1. Retinoid, kandungan yang biasanya dapat ditemukan dalam kosmetik anti penuaan, obat jerawat dan pemutih ini sebaiknya dihindari saja ya karena efeknya cukup berbahaya

Retinoid dalam produk pemutih atau anti aging bisa tertulis dengan nama lain seperti retinoic acid, retinyl palmitate, retinaldehyde, adapalene, tretinoin, tazarotene dan isotretinoin.  Kandungan ini setidak sombongnya dihindari  karena secara klinis telah ditemukan kaitan antara penggunaan retinoid dengan risiko peningkatan risiko sumbing pada janin.

2. BHA atau beta hydroxy acids biasa ditemukan di obat jerawat atau produk pengelupasan kulit ini wajib kamu wasdii lo, Moms!

Kandungan BHA atau biasa tercantum bagai salicylic acid, 3-hydroxypropionic acid, trethocanic acid atau tropic acid ini sebaiknya dihindari saja kalau nggak dibutuhkan dalam kondisi terdesak. Pasalnya, bahan ini juga berisiko menghambat perkembangan janin.

3. Tetracycline adalah sejenis antibiotik yang bahaya kalau dikonsumsi saat hamil. Konsultasikan subtitusi obat ini dengan dokter,ya

Jenis kandungan ini dapat tertulis dengan nama lain seperti  doxycycline dan minocycline. Tetracyclines yang biasa digunakan untuk mengatasi jerawat dan penyakit Lyme. Studi membuktikan pemakaian antiobiotik ini saat hamil akan berdampak buruk atas hati ibu hamil dan mempengaruhi warna gigi si adik bayi.

4. Hydroquinone tak sahaja wajib diwasalai ala ibu hamil karena dikhawatirkan bisa memberikan efek yang buruk bagi janinmu

Kandungan pemutih yang biasa digunakan untuk mengatasi kondisi chloasma dan melasma ini sesudinya dihindari pemakaiannya saat hamil sampai sehabis menyusui karena studi menunjukan 45 persen dari produk ini akan terserap ke dalam kulit sehabis pemakaian topikal. Meski belum ada studi yang menyatakan secara pasti efek negatifnya, lebih sudi sih hentikan dulu penggunaan produk ini karena akan ada terdahulu banyak kimia dalam aliran darahmu selama penggunaan produk berbahan ini.

6. Phthalates yang biasa ditemukan di pewarna kuku atau parfum ini juga sebisa mungkin dihindari, demi menghindari penyesalan di kemudian hari 

Kandungan ini juga dapat tertulis dengan nama BzBP, DBP, DEP, DMP, or diethyl, dibutyl, atau  benzylbutyl phthalate. Para ilmuwan mengatakan bahkan kandungan ini berisiko meningkatkan risiko janin kelak menderita tekanan darah banter, ADHD sampai diabetes. Waduh!

7. Formaldehyde yang biasa ditemukan di produk pelurus rambut, pewarna kuku dan lem bulu mata ini konon zat karsinogen yang memicu kanker, lo!

Bahan yang biasa tercantum di label produk sebagai formaldehyde, quaternium-15, dimethyl-dimethyl (DMDM), hydantoin, imidazolidinyl urea, diazolidinyl urea, sodium hydroxymethylglycinate, atau  2-bromo-2-nitropropane-1,3-diol (bromopol) ini sesuka membantunya dihindari saja ya karena berisiko memicu kanker.

8. Toluene seringkali ditemukan ditemukan di pewarna kuku. Satu lagi dasar kenapa pakai pewarna kuku nggak boleh asal-asalan buat ibu hamil

Hindari pemakaian produk yang menuliskan kandungan methylbenzene, toluol or antisal 1a cukup labelnya ya. Pasalnya, toluene yang dicurigai bagai pemicu kanker ini biasa ditemukan di pewarna kuku juga biasa ditemukan berklop dengan phthalates dan formaldehyde yang berklop-klop dijuluki ‘trio toxic’.

9. Sudah nggak asing kan klop amoniak? Bahan ini sangat sering ditemukan di formula pewarna rambut

Banyak ditemukan di formula pewarna rambut, amonia dapat dengan mudah mengiritasi kulit dan terhirup paru-paru jadi sebaiknya hindari pemakaiannnya di masa kehamilan ya.

10. Meski mungkin akan jarang terpapar di orang Indonesia, kamu pun wajib mewaspadai dihydroxyacetone!

Dilabeli dengan nama DHA, produk ini berlimpah digunakan ala produk spray pengmenderita kulit. Meski tipis kemungkinan DHA terserap tubuh, tapi bahan ini dapat dengan mudah terhirup selama aplikasinya jadi ya bagi kamu yang ingin sun-tan instan lampaukan dulu perawatan ini, ya.

Dari sederetan bahan-bahan yang patut diwascukupi tersebut, sebaiknya sih loyal-loyal hindari dan stop penggunaan produk yang mengandung retinoid, BHA dan bahan-bahan yang biasa terdapat di cat kuku ya. Pasalnya bahan-bahan tersebut sudah terbukti memberikan efek negatif cukup kehamilanmu. Untuk lebih yakin jangan lupa konsultasikan juga ke dokter kandunganmu, produk apa saja yang aman kamu gunakan selama hamil.

Nah, bagi Moms yang selama ini nggak terlampau peduli dengan kandungan produk yang biasa digunakan, yuk lebih teliti dan selektif lagi. Semua demi kebaikan kamu dan buah hati kok ????